Berfungsi di Marketplace

Saat seseorang di bawa oleh Roh utk mulai berfungsi di Marketplace, bukan berarti semua akan terus berlangsung secara mudah & lancar. Seringkali ada banyak tantangan/ hambatan dari pihak orang-orang fasik yang memang memberi diri untuk menjadi ‘boneka’ si iblis yang akan mulai menghadang. Agar semua tantangan tersebut (belum lagi, masih adanya potensi gesekan/ konflik dengan sesama pelayan intern) tidak membuat kita menjadi lemah & frustasi, berikut adalah beberapa hal yang harus terus kita lakukan dalam hidup kita:

1. Kita butuh untuk terus mengalami kebangunan rohani secara pribadi di setiap hari.
Tidak peduli sesibuk apapun jadwal yang harus kita lalui setiap hari, persekutuan pribadi dengan Tuhan adalah sebuah prioritas yang harus terus di jaga. Terus tumbuhkan hati yang menyembah dalam kehidupan kita.

Dengan adanya hati yang menyembah, sesungguhnya kita sedang mengkondisikan diri untuk bisa selalu mendengar suara Tuhan. Dari mendengar suara Tuhan-lah kita akan menerima penyingkapan tentang ‘destiny pribadi’ kita didalam Tuhan. Melalui hati yang menyembah, kita juga menerima impartasi jenis kelembutan hati yang memang kita butuhkan untuk bisa terus mengikuti tuntunan RohNya. Koneksi untuk dapat meleburkan ‘destiny pribadi’ dengan ‘destiny corporate’ yang ada dalam sebuah gereja lokal dengan mudah dapat kita temukan karena arahan RohNya memang terus makin bertambah nyata dalam kehidupan sehari-hari kita… Setiap langkah ketaatan yang kita tunjukkan, akan mengkondisikan untuk bekerjanya kuasa anugerah dalam hidup kita

2. Kita membutuhkan porsi makanan rohani, takaran anugerah kita setiap hari.
Dia aadalah Bapa yang baik. Dia selalu menyediakan kuasa anugerah yang memang kita butuhkan untuk hari itu dari sejak pagi hari (Rat 3:22-23) yang harus kita lakukan hanyalah menerimanya dengan tangan iman kita.

Setiap aktifitas yang kita lakukan – secara rohani dalam dunia pelayanan maupun di Market Place – selalu membutuhkan suatu fokus, perhatian & usaha-usaha tertentu yang juga membutuhkan suatu takaran energi tertentu. Berapapun energi yang kita butuhkan untuk ‘menjadi yang terbaik’ di bidang kita, sudah Bapa sediakan. Tapi kegagalan kita dalam menikmati porsi anugerah & makanan rohani yang sudah Bapa sediakan akan mengkondisikan hidup kita jadi makin lemah dan mudah sekali di ganggu oleh roh-roh dunia: kita jadi mulai gampang kecewa, uring-uringan, tersinggung – dan berbagai jenis konflik batin lainnya…

Seringkali, adanya seorang hamba Tuhan yang ‘mundur’ di sebabkan karena ia gagal untuk bisa selalu menikmati porsi makanan rohani yang memang sudah Bapa sediakan baginya. Makin besar tanggung jawab yang seseorg pikul dalam hidupnya (entah dalam aspek pelayanan maupun pekerjaan) makin banyak makanan rohani dan porsi anugerah yang ia butuhkan dalam hidupnya. Belajarlah untuk mengenali porsi kebutuhan anugerah & makanan rohani yang kita miliki setiap harinya; pastikan semuanya terpenuhi secara maksimal…  (Ps. Steven Agustinus)