Indonesia tertulis dalam Alkitab – (II)

Indonesia tertulis dalam Alkitab – Part II,  Ini adalah bagian yang ke dua, bagian pertama bisa anda baca DISINI

5. Indonesia, Bangsa yang dari timur

Nubuatan Alkitab menyatakan bahwa Yesus saat kembali ke dunia untuk memulai kerajaan 1000 tahun-Nya akan masuk melalui Gerbang Timur atau yang dikenal dengan nama Golden Gate.

Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka. Raja itu akan masuk dari luar melalui balai gerbang dan akan berdiri dekat tiang pintu gerbang itu. Sementara itu imam-imam akan mengolah korban bakaran dan korban keselamatan raja itu dan ia akan sujud menyembah di ambang pintu gerbang itu, lalu keluar lagi. Dan pintu gerbang itu tidak boleh ditutup sampai petang hari.
(Yehezkiel 46:1,2)

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
(Matius 24:27)

Sekarang kita lihat peta-nya, benarkah Indonesia ada di gerbang sebelah timur ?

Peta 12 pintu gerbang
Peta 12 pintu gerbang Israel

Tuhan sendiri berkata bahwa Yerusalem adalah pusat bumi, berada di tengah-tengah bangsa-bangsa ( Yehezkiel 5:5).

Indonesia merupakan bagian dari negara-negara yang ditempatkan oleh Sang Pencipta di wilayah Timur dari pusat bumi, Indonesia ada di gerbang sebelah Timur yang disebut dengan Golden Gate, Indonesia berada paling ujung bersama Papua New Guinea yang pulaunya masih menyatu dengan wilah NKRI

Itu berarti kegerakan yang yang paling dahsyat sebelum Yesus datang kembali akan dimulai dari Indonesia. Gelombang itu akan begitu dahsyat balik ke Yerusalem dan akhirnya membuka suatu jalan raya bagi Raja di atas segala raja untuk masuk ke Yerusalem melalui Golden Gate.

6. Bendera Merah – Putih
Berkibarnya sang saka Merah Putih di tanah Indonesia adalah symbol karya penebusan Yesus yang menyucikan dosa kita dengan darahnya. Merah = darah,  Putih = Suci, holy.  Lewat darah Yesus yang tercurah di kayu salib kita semua dikuduskan kembali, bukan kah ini sama seperti warna bendera kita ?

– Yesaya 1 ayat 18, – Marilah, baiklah kita berperkara! Firman Tuhan sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba

  • Kirmizi adalah salah satu warna kain yang sangat mahal di zaman kuno, berasal dari negeri Sur, Kel 25:4; Amsal 31:21; (pakaian lapis dua)
  • Kirmizi adalah Warna kehormatan (2Sam. 1:24)
  • Kirmizi berwarna merah tua, ungu. Juga warna yang dipakai untuk perlengkapan dalam *Kemah Pertemuan (Bil. 4:8)
  • Tali kirmizi yang digantungkan di luar rumah Rahab di Yerikho menjadi tanda bagi para penyerbu Israel bahwa rumah itu dilindungi (Yos. 2:18).

Penggunaan warna merah (seperti Kirmizi) dan putih sebagai warna bendera kita bukanlah sekedar kebetulan karena pejuang Indonesia merobek warna biru dari bendera Belanda saat perang kemerdekaan, menurut sejarah penggunaan dua warna ini sudah dilakukan di berbagai wilayah nusantara oleh raja – raja  saat itu dengan berbagai jenis varian-nya, berikut adalah bukti – bukti berdasarkan catatan sejarah :

a. Catatan paling awal yang menyebut penggunaan bendera merah putih dapat ditemukan dalam “Pararaton” ; menurut sumber ini disebutkan balatentara Jayakatwang dari Gelang-gelang mengibarkan panji berwarna merah dan putih saat menyerang Singhasari.
b. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.
c.  Warna merah dan putih ini juga ditemukan dalam bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak berwarna putih dengan dasar merah menyala.
d.  Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih
e.  Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang
f.  Panji kerajaan Badung yang berpusat di Puri Pamecutan juga mengandung warna merah dan putih
g.  Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda

Kalau kita perhatikan, bahkan dua negara yang pernah menjajah Indonesia, juga memiliki unsur Merah Putih dalam benderanya, apakah ini sebuah kebetulan… ? Begitu banyak-nya nuansa Merah dan Putih di tanah air kita ini selama berabad – abad. Ini adalah sebuah tanda yang jelas bahwa sejak dahulu Tuhan sangat serius dengan Indonesia

 

indonesia dalam alkitab
Bendera Belanda digunakan sejak 20 Maret 1602 – 8 Maret 1942 (340 tahun)
Flag_of_Japan.svg
Bendera Jepang digunakan sejak 8 Maret 1942 – 17 Agustus 1945 (3 tahun 5 bulan)

 

Warna Merah Putih yang sudah ada sejak lama di bumi Indonesia ini kemudian dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme dan perjuangan terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Menurut para pejuang dan mahasiswa saat itu, bendera Indonesia memiliki makna filosofis, Merah berarti keberanian, berani berkorban jiwa dan raga (pertumpahan darah) dan  putih berarti kesucian. Kemerdekaan bangsa Indonesia dibayar dengan mahal, yakni dengan darah para pejuang pejuang kita terdahulu.

Terima kasih Tuhan untuk darahMu (Merah) yang menebus bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang kudus (Putih) milik kepunyaan Tuhan !

7. Burung GARUDA sebagai lambang negara
Kisah perjuangan Sang Garuda yang bertarung melawan naga untuk membebaskan ibunya mengilhami para Founding Father kita untuk menjadikannya sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aspek filosofis lain yang dipertimbangkan para pejuang dan terutama bung Karno saat itu adalah bahwa burung Garuda / Rajawali / Elang melambangkan kekuatan besar dan burung ini adalah burung pemangsa yang menguasai angkasa.

Sekarang kita lihat kembali pada kitab Yesaya.

Yesaya 46 ayat 11 – yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.

Isaiah 46 : 11  –  Calling a bird of prey from the east, the man who executes My counsel, from a far country. Indeed I have spoken it; I will also bring it to pass. I have purposed it; I will also do it. ( NKJV)

Yesaya berbicara tentang Burung buas atau burung pemangsa dari timur. Bukankah lambang negara kita “Garuda” adalah burung pemangsa ? atau burung buas ? dan seperti yang sudah dibahas sebelumnya di atas bahwa posisi kita berada di wilayah timur, tidak diragukan lagi bahwa yang dimaksud ayat tersebut mengenai burung buas dari timur adalah Indonesia.

Setelah kita melihat semua tanda tanda yang spesifik dalam Alkitab khususnya kitab Yesaya mengenai negara kita Republik Indonesia, kita harus mengerti akan rancangan besar Tuhan untuk bangsa ini, kita harus menyadari bahwa Indonesia bersama dengan bangsa-bangsa timur lainnya, memiliki peran profetik yang sangat penting dihari-hari terakhir ini untuk mempersiapkan jalan bagi datangnya Raja Kemuliaan yang akan masuk dari wilayah Timur melalui Gerbang Timur.

Mari kita deklarasikan rancangan Tuhan yang dahsyat atas Indonesia, Yaitu Bangsa dari timur yang hidup di kepulauan dimana berdiam kaum kedar dan nebayot,  Negeri yang didasari oleh Anugerah Tuhan dan yang hendak disatukan bersama sama dengan Dia lewat penebusan melalui darahNya yang menjadikan kita kudus, Bangkitlah wahai burung buas dari timur..!! negeri yang sudah dipilih dan ditentukan oleh Tuhan supaya namaNya menjadi harum dan mulia, sebab itu seperti yang dikatakan oleh Yesaya 60 : 1, “Bangkitlah..! Menjadi teranglah..! sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu..!!

Bangkitlah negeriku tercinta INDONESIA…!!!!