Kecenderungan hati

Kecenderungan hati seseorang dipengaruhi oleh Daya imajinasi yang dimiliki, dan seringkali bekerja berdasarkan asosiasi & kebiasaan. Saat seseorang berniat mengubah kecenderungan hatinya, ia bisa melakukannya dengan cara mengubahkan asosiasi & kebiasaan yang dimiliki oleh imajinasinya.

1. Dunia ini mempergunakan situasi, keadaan untuk membentuk pola kerja dari imajinasi (kecenderungan) yang seseorang miliki sehingga ‘pola dunia ini’ tanpa disadari jadi terus tercetak dalam hidup orang yang bersangkutan.

Selama asosiasi & kebiasaan (dari dunia ini) yang sudah terlanjur tercetak dalam imajinasi seseorang belum di ubahkan (dari bahasa Yunani Metamorphoo – Rom 12:2, suatu proses perubahan yang walau membutuhkan waktu tapi terus progresif maju) kecenderungan hati orang yangbersangkutan-pun belum akan berubah.

Otomatis respon & pengambilan keputusan yang ia munculkan saat menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya sehari-hari masih akan tetap sama….


2. Firman yang Tuhan berikan melalui pewahyuan Roh adalah merupakan suatu pola, standart Ilahi yang (untuk di jadikan sebagai pola baru dalam hidup kita) perlu di ‘terjemahkan’ menjadi suatu kebiasaan/ asosiasi baru yang kita terapkan dalam hidup sehari-hari.


Misalkan, kita memiliki suatu kebiasaan, setiapkali bangun di pagi hari, kita akan langsung mencari koran dan membacanya. Itu adalah pola yang kita miliki dalam hidup kita. Seringkali kita melakukannya tanpa ‘berpikir’ lagi, semua sudah terpola di dalam alam bawah sadar kita dan ‘mengalir’ begitu saja tanpa kita harus ‘memikirkannya’…

Demikian pula dengan pola ‘kebiasaan yang lain’ – seseorang akan ‘secara refleks’ menjadi marah, tersinggung, kecewa dll setiapkali ada dalam suatu kondisi/ situasi tertentu. Yang harus kita lakukan adalah menjadikan firman yang Tuhan nyatakan sebagai pola baru, pakai untuk membangun kebiasaan baru dalam hidup kita.

Jika Tuhan sudah menyatakan bahwa Ia memberi kita kemenangan dari segala bentuk konflik batin, pergunakan sebagai standart, pola baru dalam hidup kita.

Mulai imajinasikan kondisi yang biasanya sering membuat kita merasa tidak nyaman dan mulai konflik batin. Lalu imajinasikan bagaimana kondisi tersebut anda kuasai, anda memberikan respon yang akurat terhadap situasi yang sering membuat anda tidak nyaman tersebut dan semua berakhir dengan penuh kemuliaan…


Semakin sering anda melakukan tindakan imajinasi tersebut, semakin pola dunia yang sering termanifestasi lewat imajinasi kita akan berubah; imajinasi kita akan mulai membawa pola Ilahi. Secara perlahan tapi pasti – secara progresif – terus mengalami perubahan jadi makin tertuju kepada kebenaran.


Kecenderungan hati yang makin tertuju kepada kebenaran akan membuat kita jadi:
a. Memiliki hati yang makin lembut, mudah di bentuk & berubah (Ams 2:1)
b. Berfokus untuk mengejar hal-hal yang Ilahi & bersifat kekal lebih dari hal-hal yang duniawi/ bersifat sementara (Ams 2:2-4)
c. Mengkondisikan seseorang hidup dalam roh takut akan Tuhan (Ams 2:5a)
d. Mengkondisikan seseorg untuk menjadi sahabat Tuhan (Maz 25:14)
e. Terkondisikan untuk menerima penyingkapan pengenalan akan Allah (Ams 2:5b)