Pedofilia akan dilegalkan ?

Pedofilia atau perilaku menyimpang yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak – anak kini menjadi semakin santer diberitakan setelah Mahkamah Konstitusi Amerika melegalkan pernikahan gay. Dengan menggunakan taktik yang sama dengan yang digunakan oleh para aktivis “gay” di Amerika Serikat, kini para pelaku pedofilia mulai mencari status yang sama dengan alasan keinginan mereka terhadap anak-anak adalah orientasi seksual dan tidak berbeda dari heteroseksual atau homoseksual.

Para kritikus gaya hidup homoseksual telah lama mengklaim bahwa setelah hubungan sejenis ini menjadi legal dan diterima di masyarakat sebagai sebuah “gaya hidup alternatif” atau orientasi seksual, maka secara logika hal tersebut tidak akan pernah cukup dan berakhir sampai disitu, pasti akan memunculkan tuntutan – tuntutan lain lagi, dan kini beberapa psikiater mulai menganjurkan untuk mendefinisikan pedofilia dengan cara yang sama dengan homoseksualitas, yaitu sebagai sebuah gaya hidup alternatif.

Setelah selama bertahun tahun pedofilia digolongkan sebagai penyakit kejiwaan atau perilaku yang menyimpang, maka baru baru ini dua orang psikolog di kanada mendeklarasikan bahwa pedofilia adalah sebuah orientasi seksual sama seperti homoseksual (hubungan sejenis) dan heteroseksual (hubungan lawan jenis), selanjutnya mereka berkata bahwa “seorang pedofil sesungguhnya memiliki rasa suka dan rasa sayang yang mendalam terhadap anak anak, yang artinya itu adalah orientasi seksual mereka. Anda tidak akan bisa memaksa seseorang untuk mengubah orientasi seksual mereka, dan orientasi seksual seseorang bukanlah sebuah kejahatan”.

Adalah Van Gijseghem, psikolog dan pensiunan profesor dari University of Montreal, mengatakan kepada anggota parlemen”Pedofil tidak lah se simple yang kita bayangkan yakni sebuah bentuk kejahatan di masyarakat, mereka dituntut karena melakukan pelanggaran pelanggaran kecil dari waktu ke waktu, sesungguhnya mereka bukanlah pelaku kriminal, mereka sedang berjuang untuk sebuah kesetaraan dengan masyarakat lainnya yang orientasi seksualnya heteroseksual atau bahkan homoseksual.

Ketika ditanya kenapa menyamakan pedofil dengan kaum homoseksual ? Van Gijseghem menjawab, “Jika, misalnya, Anda tinggal di sebuah masyarakat di mana heteroseksualitas adalah dilarang dan Anda diberitahu bahwa Anda harus menjalani terapi untuk mengubah orientasi seksual Anda, Anda mungkin akan mengatakan bahwa itu adalah hal yang gila. Dengan kata lain, Anda tidak akan menerimanya sama sekali bukan ? Saya menggunakan analogi ini untuk mengatakan bahwa, ya memang, pedofil tidak akan pernah mengubah orientasi seksual mereka, sama seperti heteroseksual dan homoseksual, dan kalau homoseksual bisa diterima dan diakui secara hukum di Negara ini (legal), tidak ada alasan bagi kita untuk menolak legalisasi pedofilia ”

Dr. Quinsey, profesor psikologi emeritus di Universitas Queen di Kingston, Ontario, setuju dengan Van Gijseghem. Quinsey mengatakan ketertarikan seksual pedofilia adalah kepada anak-anak, dan “tidak ada bukti bahwa hal semacam ini dapat diubah melalui pengobatan atau melalui apa pun.”

Hal senada juga diungkapkan oleh sepasang psikolog asal kanada lainnya yang meng-klaim bahwa pedofilia hanyalah sebuah bentuk orientasi seksual yang tidak ada bedanya dengan heteroseksual dan homoseksual, dan seseorang tidak bisa diperkarakan sebagai pelaku kriminal karena orientasi seksualnya.

Seiring dengan argumen mereka bahwa pedofilia hanya bentuk lain dari orientasi seksual, mereka mengklaim bahwa status pedofil dilindungi di bawah Undang – undang Federal “Matthew Shepard dan James Byrd, Jr” mengenai tindakan pencegahan terhadap kejahatan karena kebencian – Tahun 2009 yang oleh Kongres Demokrat liberal dan juga ditandatangani oleh Barrack Obama menjadi undang-undang. Artinya mereka termasuk individu yang dilindungi oleh undang undang dan tidak bisa dikriminalkan hanya karena kebencian terhadap seorang pedofil.

Rep. Alcee Hastings (D-Fl) menyatakan bahwa semua gaya hidup seksual harus dilindungi oleh hukum. “RUU ini membahas tekad kita untuk mengakhiri kekerasan berdasarkan prasangka dan untuk menjamin bahwa semua orang Amerika, terlepas dari ras, warna kulit, agama, asal negara, jenis kelamin, orientasi seksual, identitas gender, atau cacat atau semua ini ‘philias dan fetishes dan ‘isme’ yang diajukan tidak perlu hidup dalam ketakutan karena siapa mereka. Saya mendorong rekan-rekan saya untuk memilih mendukung peraturan ini. ”

Salah satu organisasi yang memperjuangkan hak hak pedofil adalah organisasi IASHS, yang di situsnya menyebutkan daftar “hak-hak seksual dasar” yang mencakup “hak untuk terlibat dalam tindakan seksual atau kegiatan dalam bentuk apapun, asalkan mereka tidak melibatkan tindakan yang melanggar konsensus, kekerasan, kendala, pemaksaan atau penipuan.” hak lain adalah untuk, “bebas dari penganiayaan, hukuman, diskriminasi, atau intervensi sosial dalam perilaku seksual pribadi” dan “kebebasan dalam setiap pikiran seksual, fantasi atau keinginan seksual.” organisasi ini juga mengatakan bahwa tidak ada yang harus “dirugikan karena usia. ”

Setelah Mahkamah Agung Amerika membuka pintu bagi salah satu bentuk penyimpangan seksual dan dosa, maka ini menjadi sebuah contoh yang buruk untuk pembenaran dan legalisasi penyimpangan seksual dan dosa lainnya. Mereka telah merubah Amerika menjadi Sodom dan Gomora Modern, dan kita semua tahu apa yang terjadi sesudah itu pada mereka.

Amerika terus menjauh dari Tuhan dan meluncur menuruni lereng licin dosa, hedonisme dan pesta pora, hari-hari kita semakin singkat sebelum hujan murka Allah turun Berjaga jaga dan berdoalah, doakan saudara2 kita umat – umat Tuhan dan hamba hamba Tuhan yang ada di Amerika ….

Dirangkum dari berbagai sumber :
– http://gopthedailydose.com/2015/06/28/pedophiles-want-same-rights-as-homosexuals/
– http://www.greeleygazette.com/press/?p=11517
– http://godfatherpolitics.com/23350/pedophiles-now-demanding-same-constitutional-rights-as-homosexuals/#y4bFgBB1C6UM6OBZ.99