Suara misterius bumi

Suara misterius yang terjadi di bumi ini sudah sering kita dengar, baik yang berupa mirip suara sangkakala, mirip bunyi mesin industri, juga mirip suara seperti air bah. Suara bisa kita dengar karena suara suara tersebut merambat lewat udara yang kemudian sinyalnya ditangkap oleh telinga kita.

Coba anda tutup pintu dan jendela, matikan semua peralatan elektronik dan berdiam dirilah sejenak. Tiba-tiba anda akan merasa semua suara menjadi lenyap dan kemudian akan mulai terdengar suara misterius yang berdengung aneh di telinga anda. Apakah anda pernah mengalaminya ? Lalu suara apakah yang barusan terdengar itu ? Itulah fenomena yang disebut “The Earth’s Hum” atau “dengungan bumi”.

Dengungan ini adalah suara ber frekuensi rendah yang dapat terdengar oleh sebagian orang di sebagian wilayah. Frekuensi suara ini hanya berkisar sekitar 10 hertz, jauh dibawah batas minimal frekuensi pendengaran manusia, yaitu 20 hertz. Di sebagian wilayah, suara ini bisa terdengar lebih keras dibanding tempat lain.

Fenomena ini pertama kali ditemukan pada tahun 1998, walaupun laporan kasus ini sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun 1970an. Semakin kita ber konsentrasi, maka suara tersebut akan terdengar semakin jelas.

Mungkin anda pernah mendengar istilah “Taos Hum”, yaitu fenomena dengungan yang dilaporkan di kota Taos, New Mexico. Kalau anda belum pernah mendengar, silahkan cari di google. Namun sesungguhnya fenomena serupa ternyata juga terjadi di banyak tempat. Bristol di Inggris, Bay Ridge di New York, Vancouver di Kanada, Auckland di Selandia Baru dan Kokomo di Indiana.

The Hum memunculkan berbagai teori, baik yang ilmiah ataupun tidak. Bagi beberapa orang, itu suara alien dari ruang angkasa yang sedang menyampaikan pesannya. Bagi yang lain ini adalah suara dari fasilitas senjata Amerika yang beroperasi secara rahasia, ada juga yang mengatakan ini adalah suara pesawat, suara alat alat berat, frequensi radio, dan lain – lain.

Bumi kita sesungguhnya bernyanyi seperti burung kenari. Ia mengeluarkan suara dengungan yang konstan dengan notasi-notasi yang tidak terhitung banyaknya. Jika suaranya beberapa oktaf lebih tinggi, maka suara itu akan dapat terdengar oleh telinga manusia, bahkan dapat menenggelamkan suara ribut dari ratusan suara talk show televisi.

Didalam tubuh manusia ada sebuah “Amplifier internal” yang dapat memperkuat suara-suara yang masuk ketika manusia yang bersangkutan berada di dalam kondisi terancam bahaya atau konsentrasi yang intens.

Contohnya ketika kita sedang berkonsentrasi dengan soal-soal ujian dan kemudian telepon berdering, maka kita akan mendengar suara deringan itu seperti lebih keras dari biasanya. Itulah saat ketika tubuh kita mulai memperkuat volume suara-suara latar yang masuk. Kasus ini mungkin berbeda pada setiap orang, namun efeknya tetap sama.

Kalau para ahli baru mulai menyadari suara suara yang dihasilkan oleh bumi kita ini, sesungguhnya Alkitab sendiri sudah sejak dahulu berkata bahwa langit dan bumi ini memuji muji Tuhan, ia mengeluarkan suara untuk memuliakan Tuhan, namun tidak semua suara – suara itu bisa didengar oleh telinga kita tanpa alat bantu.

Mazmur 96:11 “Biarlah langit bersukacita  dan bumi bersorak-sorak………”

Mazmur 148:4 “Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit hai air yang di atas langit”

Yes 49:13 “Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi….”

Kiwamu Nishida dari institut penelitian gempa bumi universitas Tokyo bersama rekan-rekannya telah menganalisa data seismik 10 tahun dan menemukan kesamaan antara gelombang seismik dengan gelombang suara yang sama di atmosfer.

Menurutnya, gelombang suara yang tidak dapat didengar telinga manusia itu memantul-mantul di antara atmosfer dan permukaan bumi yang kemudian menciptakan gelombang-gelombang suara di dalam perut bumi.

Nah, karena planet Mars dan Venus adalah juga planet yang padat dengan atmosfer, maka kemungkinan gelombang suara yang sama juga tercipta di dua planet tersebut. Ini mengakibatkan terciptanya simphoni alam semesta.

Alam semesta kita ini meresponi Tuhan, meresponi agenda Tuhan yang terjadi atau akan terjadi atas bumi ini. Lalu seperti apakah sesungguhnya bumi dan alam semesta kita meresponi Firman-NYA ? menurut Alkitab bumi kita ini mengeluarkan suara seperti bunyi air dan bunyi angin 

Yeremia 10:13 “Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit…”

Yer 51:16 “Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan,  dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya”

Why 14:2  “Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air  bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat….”

Dengan menggunakan tekhnologi yang canggih NASA berhasil merekam suara yang dikeluarkan bumi, planet dan alam semesta kita ini, dan suaranya sama persis dengan yang di deskripsikan dalam alkitab yaitu seperti desau air dan seperti bunyi angin

Silahkan anda dengarkan sendiri rekaman-nya di bawah ini, rekaman ini sama seperti aslinya yang tertangkap oleh alat perekam milik NASA tanpa di edit, seperti inilah suara yang dihasilkan bumi kita ini.

 

Sumber :
wikipedia, space.com, foxnews.com, news.bbc.co.uk